Kamis, 23 Oktober 2008
VG ANUGRAH (joint group singer TJE) saat membawakan puji-pujian di GPIB Gibeon
Selasa, 07 Oktober 2008
Pujian Satu Hal yang Kurindu dari Pak Yanto Sianipar dan Bu Ririt
Demikianlah suasana setelah ibadah Minggu tertsebut, sambil menikmati dan mengikuti basar yang diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa Kristen dari UNRI.
Pujian yang telah dibawakan oleh Pak Yanto Sianipar duet bersama Bu Ririt adalah sebuah lagu lama yang berjudul "Satu Hal yang Kurindu". Digarap dengan iringan musik band oleh anak-anak mahasiswa yang sedang berlibur di Rumbai: Dhika, Tari, dan Christian, bersama anggota Muger Stephany dan Gabriel.
Suara Pak Yanto Sianipar yang indah berpadu dengan alunan suara sopran Bu Ririt menjadikan lagu Satu Hal yang Kurindu sangat harmonis dan penuh dengan penjiwaan.
Cuplikan video lagu tersebut adalah seperti dibawah ini:
Selasa, 30 September 2008
VG BETHANI
Sebuah lagu BAPA YANG KEKAL telah digubah sedemikian indah dan dilantunkan dengan penuh khidmad.
Ini adalah cuplikan pujiannya.
Selasa, 23 September 2008
Tidak ada Listrik, Tidak Menghalangi Berkumandangnya Musik Gereja
Disebuah desa kecil yang dikelililingi oleh perkebunan sawit, sekitar perjalanan 1 jam 30 menit dari Rumbai, ke arah sebelum Petapahan, di sanalah terdengar sayup-sayup alunan pujian Kidung Jemaat dinyanyikan secara mengalun-alun, mendayu-dayu dengan not yang tidak pas dengan yang tertulis, namun penuh khidmad . Sebuah Gereja yang sangat sederhana, dengan anggota sekitar 30 Kepala Keluarga, berdiri dibawah naungan Pos Pelayanan dan Kesaksian (PELKES) dari Gereja Kita GPIB Gibeon Rumbai.Permainan musik, dari sebuah organ mengiringi pujian tersebut, dengan chord yang sangat mendasar C-F-G, juga dibawakan cukup harmonis mengikuti alunan pujian memuliakan Nama Tuhan, dengan penuh ketulusan dan keakraban.
Fasilitas yang dimiliki Gereja kecil tersebut sangat sederhana. Aliran listrik yang byar-pet diperoleh dari menyalur dari sebuah generator milik tetangga lumayan dapat menghidupkan sound sistem yang sangat minim. Kalau tetangga tidak menghidupkan gensetnya, maka sound sistem tidak bisa hidup, demikian kata salah seorang Penatua di Pos PELKES Pelambaian dengan logat Jawa-nya.
Lain lagi dengan apa yang disampaikan oleh seorang pemain organ. Bapak Panjaitan, walaupun hanya bisa main dengan chord C-F-G ini, dengan logat kental Tapanulinya bilang, kalau listrik kami mati, organ kami masih tetap bisa hidup, karena kami pakai accu (baca Aki). Jadi, Tidak Ada Listrik, tidak menghalang-halangi Berkumandangnya Musik Gereja, dan Terpujilah Tuhan.
Senin, 08 September 2008
VG SESAWI dari Duri Melantunkan Pujiannya di Rumbai
Apabila dari GPIB Gibeon Rumbai yang pergi ke Duri adalah hanya Pendeta dan Keluarga saja, namun dari GPIB Bukit Zaitun Duri, selain Pendeta dan Keluarganya juga dilengkapi dengan sekitar 14 rombongan pengiring, yaitu Vocal Group SESAWI.
Pada kesempatan Ibadah di Rumbai tersebut, tidak tanggung-tanggung... VG SESAWI telah melantunkan 3 buah Pujian, yang sangat Indah.
Tidak ketinggalan, Ibu Pendeta dan Bapak dari BUkit Zaitun Duri didampingi oleh Ibu/Bpk Harry Latumaerisa juga mempersembahkan pujian merdunya.
Kiranya persekutuan tukar mimbar seperti ini dapat senantiasa dilaksanakan, sehingga persekutuan kasih dalam Tuhan dapat semakin terjalin secara meluas.
Cuplikan Pujian dari Ibu Pendeta Bukit Zaitun dan Bpk/Ibu Harry:
Cuplikan Pujian dari VG. SESAWI
Selasa, 26 Agustus 2008
Jadwal Petugas MUGER bulan September-Oktober 2008

14 September 2008: Pemain Musik: Ririt, Juniarto; Kantoria: Merin, Kristina
21 September 2008: Pemain Musik: Stefany, Cindy; Kantoria: Merry, Lina Zega
28 September 2008: Pemain Musik: Gabriel, Rico; Kantoria: Wanda, Jessica
5 Oktober 2008: Pemain Musik: Juniarto, Stefani; Kantoria: Sidi, Henrizan
Apabila berhalangan, mohon untuk menghubungi Sdr. Narti untuk dicarikan penggantinya.

