25 Oktober 2009: Pemain Musik: Ririt, Juniarto; Kantoria: Merin, Kristina
1 Nopember 2009: Pemain Musik: Stephani, Echa; Kantoria: Merry, Elys
Apabila berhalangan, mohon untuk menghubungi Admin Gereja, untuk dicarikan penggantinya.
Disebuah desa kecil yang dikelililingi oleh perkebunan sawit, sekitar perjalanan 1 jam 30 menit dari Rumbai, ke arah sebelum Petapahan, di sanalah terdengar sayup-sayup alunan pujian Kidung Jemaat dinyanyikan secara mengalun-alun, mendayu-dayu dengan not yang tidak pas dengan yang tertulis, namun penuh khidmad . Sebuah Gereja yang sangat sederhana, dengan anggota sekitar 30 Kepala Keluarga, berdiri dibawah naungan Pos Pelayanan dan Kesaksian (PELKES) dari Gereja Kita GPIB Gibeon Rumbai.Permainan musik, dari sebuah organ mengiringi pujian tersebut, dengan chord yang sangat mendasar C-F-G, juga dibawakan cukup harmonis mengikuti alunan pujian memuliakan Nama Tuhan, dengan penuh ketulusan dan keakraban.
Fasilitas yang dimiliki Gereja kecil tersebut sangat sederhana. Aliran listrik yang byar-pet diperoleh dari menyalur dari sebuah generator milik tetangga lumayan dapat menghidupkan sound sistem yang sangat minim. Kalau tetangga tidak menghidupkan gensetnya, maka sound sistem tidak bisa hidup, demikian kata salah seorang Penatua di Pos PELKES Pelambaian dengan logat Jawa-nya.
Lain lagi dengan apa yang disampaikan oleh seorang pemain organ. Bapak Panjaitan, walaupun hanya bisa main dengan chord C-F-G ini, dengan logat kental Tapanulinya bilang, kalau listrik kami mati, organ kami masih tetap bisa hidup, karena kami pakai accu (baca Aki). Jadi, Tidak Ada Listrik, tidak menghalang-halangi Berkumandangnya Musik Gereja, dan Terpujilah Tuhan.


Pada Kebaktian Perjamuan Kudus hari Minggu 20 Juli 2008 di GPIB Gibeon Rumbai, Jessica mempersembahkan pujian solo-nya yang berjudul "Sentuh Hatiku". Sebuah pujian yang benar-benar menyentuh seluruh hati Jemaat. Pujian diiringi dengan piano dan string oleh Pak Juniarto Tampubolon bersama Stefany Zega dengan penuh dinamika yang sangat harmonis.
Jessica adalah warga jemaat GPIB Gibeon yang tergabung dengan MUGER dan sering juga melayanai menjadi prokantor. Anak yang masih duduk di bangku kelas I SMA Cendana Rumbai ini memiliki segudang pengalaman dan prestasi dalam dunia olah vokal. Dengan talenta yang begitu indah diberikan Tuhan, selain dipersembahkan kembali untuk Tuhan, Jessica juga pernah menjuarai Rumbai Idol, sebuah ajang kompetisi penyanyi bergengsi di komplek Chevron Pacific Indonesia.
Kiranya Tuhan memberkati pelayanan Jessica.
Ini cuplikan video persembahan pujian dari Jessica: ....
- Membantu, memandu dan mengiringi nyanyian gereja, dengan nada, irama, tempo yang tepat.
- Membangun suasana rohani, menghayati makna beribadah kepada Tuhan.
JENIS ALAT MUSIK:
Berbagai alat musik telah dipergunakan untuk mengiring Ibadah orang Kristen. Kecapi misalnya, sudah lama dipakai, yaitu sejak jaman nabi Daud, untuk bersukacita, memuji dan memuliakan Tuhan. Orgel atau Pipe Organ, sering kita jumpai untuk mengiring jemaat Tuhan dalam beribadah. Dengan suara yang lembut dan mendayu-dayu, suara organ pipa mengiring nyanyian jemaat sehingga suasana Rohani dapat dihayati. Demikian juga piano, gitar, drum, saxophone, terompet, bahkan sering juga kita jumpai alat musik tradisional seperti gambang, suling, angklung, gong, kempul, kendang, gondang, dan lain sebagainya dipergunakan untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Semuanya berkenan dihadapan Tuhan selama perannya adalah benar-benar untuk membantu, memandu dan mengiringi serta membangun suasana rohani, sehingga jemaat lebih menghayati Ibadah serta Nama Tuhan yang dipermuliakan.
TEMPAT ALAT MUSIK DI GEREJA:
Di Gereja-gereja yang mengutamakan PENGIRINGAN jemaat dalam memuji Tuhan, menempatkan alat musik di belakang atau di balkon, menghadap ke arah mimbar. Tujuan dari penempatan tersebut selain agar suaranya menyatu dengan jemaat, bahwa instrumen musik adalah merupakan bagian dari jemaat yang secara bersama-sama mengiring nyanyian jemaat untuk menyembah Tuhan.
Di Gereja-gereja yang mengutamakan puji-pujian dan musik yang indah untuk membangun suasana Ibadah, meletakkan alat musiknya didepan, atau disebelah mimbar. Tujuan penempatan tersebut adalah agar jemaat dapat secara langsung melihat dan mendengarkan pemimpin permainan musik, sehingga suasana pujian dapt benar-benar harmonis dan indah.
Peletakan alat musik yang berbeda-beda tersebut bukanlah suatu hal yang prinsip dalam memuji dan memuliakan nama Tuhan di Gereja. Semuanya memiliki tujuan yang sama yakni membawa jemaat untuk memuji Tuhan dengan baik. Terlebih, dengan teknologi sound system yang semakin canggih, maka penempatan alat musik di Gereja tidak perlu dipertentangkan lagi. Hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah pengaturan microphone, setting volume dan effect pada mixer dan amplifier, serta peletakan speaker adalah sangat mempengaruhi hasil suara yang jernih, jelas dan nyaman untuk didengarkan dan nikmati.
Kiranya penentuan pemilihan jenis alat musik, penempatan alat musik, serta setting sound system di Gereja, senantiasa terus diperbaharui dan diperbaiki, sehingga pelayanan Ibadah kepada Tuhan semakin dapat dibangun. Terpujilah Dia. Haleluyah...!

Ke-efektifitas-an peran Musik Gereja dalam Ibadah dapat melebihi Khotbah dan
Doa. Seringkali, sepulang dari Gereja, kita justru lebih teringat akan syair dan
lagu yang telah dibawakan daripada Khotbah dan Doa-doa yang telah disampaikan.





